Hidup itu … ibarat asik kerja ngetik laporan di komputer tiba-tiba mati lampu.
Mulai ngantor jam delapan pagi, kerja depan komputer, asik ngetik, sekian jam berlalu ... tiba-tiba ... lampu mati.
Sontoloyo sumpah serapah mengingat kerjaan yang deadline, tetapi lupa di save. Gondok, empet banget!
Dan begitu pulalah dengan kehidupan ini.
Beberapa hari yang lalu, tidak direncana, Saya bertemu dengan seorang teman lama di Cilandak Town Square. Jujur, sebenarnya Saya perlu memaksa memori di otak Saya sedikit bekerja keras untuk mengingat dia. Bukan karena Saya lupa akan wajahnya. Tetapi wajah yang Saya lihat saat itu, sungguh jauh berubah dengan apa yang Saya rekam selama ini. Ga bermaksud menghina, cuman wajah, perawakan, dan segala macam gaya dia kemaren itu so old school banget lah. Padahal Saya masih ingat sekali, jika dulu sewaktu masih remaja alias teenager, hehehe, Saya bela-belain numpang mobil Bapaknya yang super duper keren, hehehe.
Jadi ya ternyata, singkat cerita, Bapaknya sakit, meninggal, disusul Ibunya, terus sodaraan pada berantem rebutan harta, dan sekarang sang teman itu hidup dengan kondisi yang sungguh jauh berbeda dengan masa dulunya. Kegantengannya mungkin masih nyisa lah dikit, tapi yang lainnya. Tiarap. Menurut dia, selama ini dia terlalu asik dengan kehidupannya, lupa nge save, dan tiba-tiba aja... mati lampu kehidupannya.
Beberapa hari sebelum itu, Saya juga menjadi pendengar setia bagi seorang teman yang tiba-tiba diputusin sang pacar. Selama ini kisah cintanya ibarat film romantis everlasting love song aja. Tapi suddenly, dia mergokin sang pacar ciuman ma teman dekat. Gondok, empet banget pastinya. Asik-asiknya merajut kasih, tiba-tiba aja... mati lampu asmaranya.
Contoh lainnya ya, ibarat Aa Gym... yang dirasa baik-baik saja sama istrinya, tiba-tiba minta kawin lagi. (eh, masuk neraka ga sih Saya gara-gara ngasih contoh beginian? maaf-maaf).
Anyway, tidak bisa kita pungkiri memang begitulah yang acapkali terjadi dalam hidup ini. Mulanya biasa sajaaaaaa..... (nyanyi ala Broery Persolima).
Tapi ya seperti pak Ustad sering bilang, begitulah kehidupan.
Dan pilihan bijak buat kita adalah tetap menjalaninya dengan senyum dan bergairah.
Who knows, ada sutradara yang lagi nyari pemain film bergaya old school buat pemeran pembantu di serial ketiga Twilligt, kan? Pussshhh... Jadi artis, balik kaya lagi. Kaya dan terkenal malahan, tambah usaha dikit lagi, bisa pacaran sama Paris Hilton. Syukur Alhamdulillah, toh?
Who knows, pas diputusin, eh kebetulan ketemu Nia Ramadhani yang lagi nyariin calon bini buat sodara tunangannya. Kalau pas itu lu nya masih berstatus pacaran sama orang lain, ya ora iso toh?
Who knows, pas Aa minta kawin lagi, O oww, yang ini Saya ga berani ngelanjutin, takut dosa.
Tapi ya kesimpulannya, no matter how are you this moment, satu sisi kita harus sadar bahwa we do make a mistake by not press CTRL+S in our life, but being sad is not an option.
Like what I did today, bukannya panik mikirin Bos bakal ngamuk kerjaan ga kelar gara-gara mati lampu di kantor hari ini, Saya malah milih ngorok di kursi kerja gw. Dan karena dah tidur satu jam lampu belum juga nyala, ya sudah Saya pulang saja. Lumayan bisa pulang cepat. Tetap berkah kan? :-)
PS : tulisan diinspirasi dari peristiwa mati lamput di kantor kemaren Siang, ditulis tadi malam, tapi baru naik cetak pagi ini dari kantor.
Dan kalau kantor hari ini mati lampu lagi, Saya pulang cepat lagi, hehehe.
Life is beautifull, isn't? Syukuri.:-)
